Deskripsi
Benarkah meningkatnya populasi kaum jomblo akan mendobrak sistem keluarga tradisional dan mendorong lahirnya norma-norma baru masyarakat pasca-keluarga. Post-family society adalah isu yang benar-benar baru dalam konteks disiplin sosiologi di tanah air.
Namun di dunia Barat isu ini telah marak diperbincangkan seiring dengan munculnya gejala di mana kalangan muda memilih hidup sendiri, atau tidak menikah.
Post family society ditengarai akan berbenturan dengan agama dan tradisi yang menekankan pentingnya pernikahan dan keluarga. Tapi kemunculan post-family society tidak terbendung sebagai dampak dari perubahan struktur keluarga dan masyarakat. Dan kemunculannya akan mengawali babak baru Sejarah manusia dan peradabannya. Sebab institusi keluarga dan Masyarakat sudah dikenal ribuan tahun lamanya oleh generasi manusia, dan diwariskan secara turun-temurun.
Bagaimana pola relasi sosial jika post-family society itu terbentuk? Apakah tradisi dan agama akan menyerah pada perubahan, ataukah konsep post-family society yang akan tertolak?
Adakah jalan Tengah?
Buku ini mengupas masalah-masalah di atas dengan pendekatan sosiologi popular.
Daftar Isi
KATA PENGANTAR — 1
BAB PERTAMA
POST-FAMILY:
Apakah Para Lajang Bersalah? — 7
· Menikah atau Melajang? — 8
· Populasi Lajang Terus Meningkat — 13
· Alone but Not Lonely — 24
· Banyak Alasan untuk Hidup Bahagia — 29
· Jalan Stoik — 35
· Hidup Sendiri lebih Ringan? — 40
· Para Lajang dan Tuhan — 47
BAB KEDUA
POST FAMILY SOCIETY:
· Masa Depan Institusi Keluarga dan Pernikahan — 53
· Mengapa Post-Family Society? — 54
· Tren Masa Depan? — 64
· Agama di Era Post-Family — 71
· Tradisi di Era Post-Family — 79
· Masa Depan Institusi Keluarga dan Pernikahan — 88
· Masa Depan Peradaban Manusia — 98
· Pernikahan Yang Membebaskan — 105
Daftar Pustaka — 110
Biodata Penulis — 116
Spesifikasi
Judul : Post-Family Sociey: Masa Depan Institusi Keluarga dan Pernikahan
Kategori : Bacaan Umum
Penulis : Ahmad Gaus
Penerbit : Lotus Books
Panjang : iv + 117 Halaman
Tahun Terbit: September 2024
